Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

PN Sanana Mentahkan Gugatan Rudi Duwila, Inspektorat Kepulauan Sula Menang Telak

badge-check


					PN Sanana Mentahkan Gugatan Rudi Duwila, Inspektorat Kepulauan Sula Menang Telak Perbesar

MADAHA.ID – Pengadilan Negeri (PN) Sanana menolak gugatan perdata yang diajukan mantan Kepala Desa Pohea, Kecamatan Sanana Utara Rudi Duwila (RD) terhadap Kepala Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula, Kamarudin Mahdi.

Putusan tersebut dibacakan Majelis hakim dalam perkara perdata Nomor 3/Pdt.G/2025/PN Sanana melalui persidangan elektronik (e-court), pada, Rabu (31/12/2025).

Majelis hakim mengatakan, gugatan penggugat  Rudi Duwila secara sah ditolak untuk seluruhnya, bahkan menghukum penggugat membayar seluruh biaya perkara yang timbul dalam perkara tersebut.

Dalam amar putusannya, Hakim menyatakan tindakan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula berupa pemeriksaan pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2022, penyusunan Pokok-Pokok Hasil Pemeriksaan (P2HP), penyusunan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP), hingga penyampaian hasil pemeriksaan kepada Aparat Penegak Hukum merupakan pelaksanaan kewenangan jabatan yang sah.

Tak sampai disitu, Majelis hakim juga merujuk pada Pasal 19 Ayat (6) Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sebagai dasar hukum kewenangan Inspektorat.

Selain itu, Majelis hakim menegaskan bahwa tindakan Inspektorat tersebut merupakan tindakan administrasi pemerintahan. Dengan begitu tidak dapat dikualifikasikan sebagai perbuatan melawan hukum perdata.

Sehingga dalam pertimbangan hukumnya, Hakim menyatakan unsur-unsur perbuatan melawan hukum tidak terbukti.

“Tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum, unsur kesalahan, maupun hubungan sebab-akibat antara tindakan tergugat dengan kerugian yang didalilkan oleh Penggugat,” tegas Majelis hakim, sebagaimana keterangan tertulis diterima Madaha.id dari Tim hukum tergugat.

Kemudian, Majelis hakim juga menilai dalil penggugat terkait pengabaian laporan pertanggungjawaban (LPJ) Dana Desa tidak beralasan menurut hukum. Sebab, menurut mereka, LPJ Dana Desa wajib disampaikan kepada Bupati melalui Camat, bukan kepada Inspektorat.

Terpisah, Kuasa hukum tergugat  Armin Soamole, S.H, mengatakan, putusan tersebut menegaskan prinsip kepastian hukum serta perlindungan terhadap pelaksanaan fungsi pengawasan internal pemerintah daerah.

“Putusan ini menegaskan bahwa Inspektorat menjalankan tugas pengawasan sesuai kewenangan dan dilindungi oleh hukum. Gugatan perdata terhadap pelaksanaan tugas jabatan yang sah tidak dapat dibenarkan,” ujar Armin.

Tambah Armin dengan ditolaknya gugatan tersebut, pihaknya menegaskan bahwa seluruh tindakan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak terbukti sebagai perbuatan melawan hukum. (*)

Penulis : Aryanto

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline