Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Kuota Pertalite Bertambah, SPBU Sanana Tegas Sistem My Pertamina Dihapus

badge-check


					Kuota Pertalite Bertambah, SPBU Sanana Tegas Sistem My Pertamina Dihapus Perbesar

MADAHA.ID – Stasiun Pengesian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula menyatakan pihak Pertamina bakal menambahkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis pertalite di daerah setempat.

Hal ini disampaikan Admin SPBU Sanana, Syahbudin Abdul Latif menyusul aksi kenaikan tarif angkutan umum yang dilakukan para sopir angkot, Senin (15/6/2026). Di kesempatan itu mereka juga meminta agar system MyPertamina dihapus. Karena dinilai menyulitkan saat membeli BBM subsidi.

Sedangkan aksi tersebut dipicu kenaikan harga Pertamax sebesar Rp.16 ribu. Meski bukan BBM subsidi, namun muncul kekhawatiran dikalangan masyarakat bahwa para konsumen beralih ke pertalite hingga terjadi kelangkaan.

Syahbudin mengatakan, tuntutan para sopir angkot telah ditindaklanjuti. Kata dia, langkah awal dilakukan membangun koordinasi dengan bagian SDM Pertamina Ternate, Maluku Utara untuk penambahan kuota BBM subsidi.

Untuk sistem MyPertamina, dia bilang pihak Pertamina menyebut awalnya dipakai untuk mempromosikan aplikasi dan saat sudah tidak diberlakukan.

“Pihak SDM Pertamina Ternate langsung mengiyakan itu, sehingga mereka langsung berkomunikasi dengan depot Waikolopa, Alhamdulillah kemarin hari Minggu pun kami tetap buka pelayanan,” kata Syahbudin.

“Pembayaran menggunakan Barcode itu, untuk mengontrol mengunakan BBM subsidi disetiap SPBU, meski begitu, ketika masyarakat membayar menggunakan uang cash tetap dilayani dengan baik. Kemudian, untuk mobil Dinas ketika pengisian BBM subsidi tetap terbaca di sistem barcode sehingga tidak dapat dilayani,” jelasnya.

Sebelumnya, SPBU Sanana membuka pelayanan BBM Subsidi dalam seminggu dua hari. Ia menambahkan, kuota BBM Subsidi jenis pertalite yang tersedia dalam sehari yaitu 5 KL hingga 10 KL.

Meski begitu, ia kembali menambahkan, untuk pelayanan 5 KL terkadang sudah mencukupi. Namun begitu, untuk mencegah kenaikan harga angkot, pihak Pertamina meminta pihak SPBU Sanana untuk tetap menyediakan stok setiap hari. Pelayanan mulai dari pagi sampai pukul 14. 00 wit siang, jika terjadi keterlambatan di Depo Waikalopa maka proses pelayanan di lanjutkan pada hari berikutnya.

“Jadi, mencegah kelangkaan dan kenaikan harga angkot ditengah kenaikan BBM Non Subsidi saat ini maka Pertamina meminta kami untuk menjaga stok, bahkan mereka Minta ketika stoknya sudah berkurang maka segera dilaporkan agar ada penambahan,” terangnya.(*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline