Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Dukung Program Pusat, Dinas Pertanian Sula Petakan Lokasi Pembibitan Kakao

badge-check


					Dukung Program Pusat, Dinas Pertanian Sula Petakan Lokasi Pembibitan Kakao Perbesar

MADAHA.ID – Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sula bersama Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Tanaman Perkebunan (BBPPTP) Ambon serta tim penyuluh pertanian setempat melakukan survei lokasi pengembangan pembibitan kakao di Desa Wai Ipa dan Desa Waiman.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mendukung program hilirisasi pertanian yang dicanangkan pemerintah pusat, yakni pengolahan hasil pertanian mentah menjadi produk bernilai tambah. Hilirisasi dinilai mampu meningkatkan nilai ekonomi komoditas, memperpanjang masa simpan, membuka lapangan kerja, serta mendorong industrialisasi sektor pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kepulauan Sula, Salnida Yulianti Lumbesy, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk mengidentifikasi lahan yang layak dijadikan pusat pembibitan kakao.

Dikatakan, Langkah ini sekaligus menjadi persiapan program perluasan areal kakao yang ditargetkan mulai berjalan pada 2026.

“Survei ini penting untuk memastikan kesiapan lahan yang akan digunakan sebagai pusat pembibitan, sehingga program pengembangan kakao dapat berjalan optimal,” kata Yulianti, Jumat (17/4/2026)

Ia menambahkan, pengembangan pembibitan kakao merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sula dalam mendukung hilirisasi komoditas perkebunan prioritas.

Untuk itu, melalui program ini diharapkan kakao tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga dapat diolah menjadi produk turunan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Dengan demikian kesejahteraan petani di daerah diharapkan dapat meningkat secara berkelanjutan,” harapnya. (*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline