Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Dugaan Pemerkosaan Oknum DPRD Sula Masih Tahap I, Berkas Perkara Mengendap di Meja Penyidik Jaksa Sejak 4 Febuari

badge-check


					Dugaan Pemerkosaan Oknum DPRD Sula Masih Tahap I, Berkas Perkara Mengendap di Meja Penyidik Jaksa Sejak 4 Febuari Perbesar

MADAHA.ID – Kasus dugaan pemerkosaan menyeret oknum anggota DPRD berinial MLT alias Mardin terhadap perempuan inisial DR (28) saat ini masih berputar ditahap I pada meja penyidik Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Sebelumnya, tertanggal (9/2/2026) KBO Reskrim Polres Kepsul dikonfirmasi madaha.id mengatakan, bahwa perkara dugaan rudal paksa dengan tersangka oknum DPRD inisial MLT tersebut telah memasuki tahap I. Dimana berkas yang dilimpahkan di beri petunjuk atau P19 dari JPU.

Kurung waktu cukup lama, Madaha.id mencoba kembali mengkonfirmasi status perkara itu, pada Selasa (3/3/2026). Kasat Reskrim Iptu Wawan Lauwanto melalui KBO Reskrim Polres Kepulauan Sula Ipda Deny Wibowo menyebutkan, berkas perkara dugaan kekerasan seksual menyeret oknum DPRD di beri petunjuk P19 dari Jaksa.

Meski begitu, Deny mengatakan saat ini berkasnya telah dilengkapi “Berkas perkara ada petunjuk (P19) baik formil dan materil dari JPU dan sudah dilengkapi oleh penyidik dan berkas sudah dikirimkan kembali sejak 4 Febuari 2026 lalu,” kata Deny dikonfirmasi via WhatsApp.

Dalam perkara ini, Ia menambahkan tersangka oknum DPRD sempat melakukan gugatan praperadilan. Namun, lanjut Deny, semua dalil-dalil gugatan di praperadilan dari tersangka ditolak oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana.

“Hakim menyatakan semua upaya hukum penyidik dari penetapan tersangka, penangkapan dan penahanan sudah sah secara hukum,” beber Deny.

Terpisah Kasi Intel Kejari Kepsul Fauzan Iqbal dihubungi fitur panggilan suara WhatsApp sekitar pukul 11.53 Wit dengan nomor 08231272XXXX belum dapat menjawab.

Dengan begitu, publik berharap pihak penegak hukum percepat memproses perkara dugaan kekerasan seksual tersebut agar oknum diadili sesuai perundang-undangan yang berlaku, apalagi tersangka merupakan pejabat publik yang tidak sepantasnya melakukan perbuatan yang tak terpuji itu.

Perlu diketahui, kasus dugaan pemerkosaan melibatkan oknum DPRD Kepulauan Sula berinisial MLT alias Mardin terhadap perempuan inisial DR terjadi pada 21 April 2025 di salah satu rumah dinas DPRD yang berlokasi di Desa Man-Gega, Kecamatan Sanana Utara.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan oleh korban DR didampingi kuasa hukumnya Jayadin La Ode ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kepulauan Sula pada Selasa, 22 Juli 2025. (*)

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline