Menu

Mode Gelap
BKPM Laksanakan Penilaian Kinerja PTSP dan Percepatan Berusaha 2026 Dukung Program Pusat, Dinas Pertanian Sula Petakan Lokasi Pembibitan Kakao Dedikasi dan Amal: Sosok Bupati Kepulauan Sula dalam Membangun Negeri dan Iman Aksi Cerdik Gagal, Miras Dikemas Seperti Air Mineral Akhirnya Terungkap Lapor Dugaan Penganiayaan di SPKT Polres Halbar, Oknum Kades Gamsungi dan Anggota Polisi Ikut Terseret Keteguhan di Tepi Laut: Perjuangan Marni Buamona Menopang Lima Anak di Desa Samuya

News

Dorong Maluku Utara Jadi Gerbang Ekonomi Baru: Yusran Pauwah Apresiasi Gubernur Sherly

badge-check


					Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Yusran Pauwah. ist Perbesar

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Yusran Pauwah. ist

Ketua Fraksi Partai Hanura DPRD Provinsi Maluku Utara, Yusran Pauwah, mengapresiasi langkah Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dalam mendorong daerah tersebut menjadi gerbang ekonomi baru di kawasan Indonesia Timur.

Menurut Yusran, kebijakan yang fokus pada penguatan sektor peternakan, perikanan, dan perkebunan kelapa merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi daerah, sekaligus menarik minat investasi.

Ia menilai, pernyataan Gubernur Sherly terkait masih tingginya ketergantungan pasokan dari luar daerah menjadi sinyal kuat bahwa Maluku Utara memiliki peluang besar untuk berkembang.

“Ini peluang besar bagi investor untuk masuk, khususnya di sektor produksi pangan dan industri pengolahan,” ujar Yusran.

Di sektor peternakan misalnya, kebutuhan daging ayam di Maluku Utara diperkirakan mencapai 25.000 ton per tahun. Dengan harga rata-rata Rp40.000 per kilogram, nilai perputaran ekonomi komoditas ini mendekati Rp1 triliun per tahun.

Tingginya biaya logistik bahkan mendorong harga ayam hingga Rp50.000 per kilogram. Selain itu, kebutuhan telur juga memiliki potensi ekonomi sekitar Rp800 miliar per tahun.

Sementara di sektor perikanan, Maluku Utara dikenal sebagai salah satu jalur potensial tuna. Namun, pemanfaatannya baru sekitar 20 persen akibat keterbatasan armada penangkapan, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage), serta industri pengolahan.

Pada kondisi ini, menurut Yusran, Maluku Utara juga memiliki peluang yang sama dan harus segera diatasi agar nilai tambah tidak terus dinikmati oleh daerah lain.

Olehnya itu, Yusran sangat mendukung penuh langkah pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan cold storage dan industri pengolahan hasil laut.

“Jika rantai nilai bisa dibangun di dalam daerah, maka dampaknya akan langsung terasa pada peningkatan ekonomi masyarakat, sekaligus pembukaan peluang lapangan kerja di daerah,” kata Yusran.

Di sektor perkebunan, komoditas kelapa juga menjadi andalan ekspor Maluku Utara. Saat ini, terdapat dua pabrik pengolahan kelapa yang mengekspor produk turunan seperti kopra ke China sekitar 300 kontainer per bulan. Pemerintah menargetkan volume ekspor meningkat hingga 1.000 kontainer per bulan, seiring rencana beroperasinya pabrik ketiga pada 2027.

Gubernur Sherly sebelumnya menegaskan bahwa penguatan sektor produksi, industri pengolahan, serta konektivitas logistik menjadi kunci percepatan transformasi ekonomi daerah.

“Maluku Utara bukan lagi daerah pinggiran, tetapi pintu gerbang ekonomi baru Indonesia Timur,” ujar Sherly.

Yusran pun optimistis, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan investor, Maluku Utara dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang berdaya saing di kawasan timur Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BKPM Laksanakan Penilaian Kinerja PTSP dan Percepatan Berusaha 2026

18 April 2026 - 04:01 WIT

Dukung Program Pusat, Dinas Pertanian Sula Petakan Lokasi Pembibitan Kakao

18 April 2026 - 03:37 WIT

Dedikasi dan Amal: Sosok Bupati Kepulauan Sula dalam Membangun Negeri dan Iman

15 April 2026 - 04:21 WIT

Aksi Cerdik Gagal, Miras Dikemas Seperti Air Mineral Akhirnya Terungkap

15 April 2026 - 00:40 WIT

Lapor Dugaan Penganiayaan di SPKT Polres Halbar, Oknum Kades Gamsungi dan Anggota Polisi Ikut Terseret

5 April 2026 - 05:40 WIT

Trending di Headline