MADAHA.ID – Fifian Adeningsi Mus sosok bupati perempuan pertama di Maluku Utara yang dikenal kalangan masyarakat Kepulauan Sula tak jarang melakukan amalan ibadah.
Semenjak menjadi Bupati Kabupaten Kepulauan Sula pada 2021-2024 hingga periode kedua 2025-2030, terekam jejak Fifian yang selalu mendekatkan diri dengan beramal. Santunan kepada masyarakat khususnya anak yatim-piatu ibu-ibu janda dilakukan.
Ia juga sangat gemar mendorong kemajuan pembangunan rumah ibadah. Tercatat sebanyak 34 pembangunan baik itu pasantren, Mushola serta Gereja yang ada di Pulau Mangoli dan Sulabesi. Langkah ini sebagai bagian dari komitmen dalam aspek keagamaan ditujukan oleh pemerintah daerah.
Terbaru, Bupati Fifian melakukan hal serupa. Amalan kali ini merupakan sedekah jariyah. Sebagaimana disampaikan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kepsul Rosihan Buamona.
Ia mengatakan, Bupati mengelontorkan gaji murni tanpa menggunakan ABPD untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan Mesjid Trisula. Yang diketahui sebelumnya masjid ini beberapa kali dianggarkan namun belum dapat rampung dikerjakan. Sehingga mendapat perhatian khusus dari Bupati Kepulauan Sula, Fifian Adeningsi Mus.
“Bahwa mesjid ini sementara dikerjakan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun menggunakan dana pribadi,” sebut Rosihan kepada awak media, Selasa (14/4)2026)
“Saya dan Kadispora, Maulana Usia jadi saksi. Mesjid ini dikerjakan menggunakan gaji Bupati,” ucap Rosihan.
Dia menyebutkan, saat ini progres pekerjaan Masjid tersebut sudah mencapai 90 hingga 95 persen. Artinya, pekerjaan ini yang sisah hanya tinggal difinising.
“Bupati perintahkan saya untuk cek progres pekerjaan mesjid, apa yang dibutuhkan dan apa yang perlu dikerjakan, dan saya yang cari tukang untuk kerja,” bebernya.
Pekerjaan dengan sumbangsih secara mandiri itu kurang lebih berlangsung selama dua bulan.
“Ini menggunakan gaji Bupati, yang ia ketahui semua gaji Bupati tidak diambil sepersen pun, semua disumbangkan untuk pekerjaan mesjid Trisula,” ia kembali menambahkan.
Sementara itu, pekerjaan pembangunan Masjid Trisula tersebut dibangun secara bertahap sejak 2021. Berdasarkan hasil penelusuran dari laporan LPSE pada 2023 proyek ini memasuki tahap III dengan nilai Rp. 500 juta dan di 2024 dianggarkan kembali untuk tahap VI dengan biaya kurang lebih Rp. 400 juta.(*)
Laporan : Aryanto
Editor : Tim Redaksi







