MADAHA.ID – Bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara Fifian Adeningsi Mus secara tegas mendukung kegiatan sensus ekonomi 2026 yang saat ini tengah berjalan secara nasional sejak Mei hingga Agustus 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) bertujuan untuk mendata aktivitas ekonomi masyarakat yang bukan bergerak di sektor pertanian, dengan maksud akan digunakan sebagai landasan mutakhir dalam menyusun kebijakan pembangunan Nasional maupun Regional termasuk di wilayah Kepulauan Sula.
Karena sangat penting bagi daerah, ia memerintahkan kepada seluruh perangkat daerah termasuk pemerintah kecamatan dan desa ikut berperan aktif dalam mendukung kelancaran pelaksanaan sensus ekonomi tersebut.
“Ini tidak hanya agenda BPS, tetapi juga agenda seluruh pemerintah daerah,” kata Fifian saat meresmikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tingkat Kabupaten, di Kabupaten Kepulauan Sula yang ditandai dengan penyematan atribut secara simbolis kepada perwakilan petugas sensus yang di Aula Istana Daerah, Selasa (23/06/2026).
Melalui sensus tersebut, ia mengatakan, akan memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai struktur ekonomi Kepulauan Sula, terutama perkembangan dunia usaha, potensi ekonomi wilayah, serta berbagai peluang dan tantangan yang perlu diantisipasi dalam perencanaan pembangunan ke depan.
Dia menambahkan, data sensus tersebut juga akan menjadi landasan penting bagi Pemkab Kepulauan Sula dalam menyusun kebijakan pembangunan yang berbasis bukti, terukur, dan berkelanjutan.
“Terlebih Kepulauan Sula membutuhkan fondasi data yang kuat agar mampu menjaga momentum pertumbuhan dan memperluas manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat,” ucap Fifian.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kepulauan Sula, Syahrul G. Usman, menyampaikan pelaksanaan sensus ekonomi ini tidak hanya untuk pengumpulan data ekonomi yang berkualitas dan akurat, melainkan juga menjadi basis perencanaan pembangunan daerah ke depan.
“Pengumpulan data oleh BPS, tak hanya menyediakan data penduduk untuk Indonesia, melainkan melalui hasil sensus ekonomi ini, salah satunya data yang diperoleh akan menjadi sampling untuk perhitungan angka inflasi di Kepulauan Sula di tahun depan,” jelasnya.
Adapun, terdapat 83 petugas yang terdiri dari 69 petugas pendata lapangan dan 14 petugas pengawas lapangan yang akan melakukan pendataan dari rumah ke rumah di seluruh wilayah Kepulauan Sula.(*)
Laporan : Aryanto
Editor : Tim Redaksi







