Menu

Mode Gelap
Seorang Pria Asal Kepulauan Sula Ditemukan Meninggal Dunia  Sungai Kobe Keruh Diduga Aktivitas Industri, Yayasan Salawaku Dorong 6 Poin Tuntutan Kepada Pempus dan Pemda Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sula Perkuat Budaya Jaga Kampung Lewat Bedah Buku Jaga Sula Bawa Misi Kehormatan Daerah, 115 Kontingen Kepsul Resmi Dilepas ke Porprov Malut Pemeliharaan Ruas Jalan di Keluh, Akademisi Minta Pemprov Malut Turun Evaluasi  Beras Karung Putih Tanpa Label di Sanana, Polisi dan Disperindag Buka Suara

Headline

Beras Karung Putih Tanpa Label di Sanana, Polisi dan Disperindag Buka Suara

badge-check


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

MADAHA.ID – Beras tanpa bermerek beredar di pasar Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. Hal ini memicu spekulasi dikalangan masyarakat adanya dugaan praktik ilegal dan beras oplosan masuk diperjualbelikan di daerah setempat.

Pelaksanaan tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kepulauan Sula Djena Tidore mengatakan, sejauh ini pihaknya belum menemukan adanya praktik jual beli atau beredarnya beras ilegal maupun oplosan di pasar.

Ia menyatakan, Disperindagkop bersama Polres Kepulauan Sula serta elemen mahasiswa sempat duduk bersama membahas persoalan tersebut.

“Kami juga sudah melakukan rapat koordinasi bersama pihak Kepolisian, elemen mahasiswa serta distributor beras. Dari hasil pertemuan itu para mahasiswa mangku kalau datanya ada di ketua mereka. Jadi personal ini kita tak dapat memastikan,” kata Djena saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, Kamis (4/6/2026).

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Kepulauan Sula AKP Wawan Lauwanto menegaskan, praktik pengedaran beras ilegal merupakan tindakan melawan hukum.

Dia menambahkan, pihaknya yang bagian dari Satgas Pangan Maluku belum menemukan kasus beras ilegal di wilayah hukum di Kepulauan Sula.

Meski demikian, Polres Kepulauan Sula secara tegas jika terdapat informasi atau laporan maka akan ditindaklanjuti.

“Seperti beras selundupan yang masuk tanpa prosedur resmi, beras tanpa izin edar, maupun beras yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah,” tutur Wawan.

Disisi lain, berdasarkan data dipungut madaha.id, bahan pangan pokok utama yang dipasarkan di Pasar Basanohi terdiri dari berkemasan lebel PW, Walet, Kris. Kemudian kupu kupu dan ikan terbang. Dan juga terdapat beras dengan kemasan karung plastik berwarna putih 50 Kg yang tidak memiliki lebel yang didatangkan dari Luwuk, wilayah Sulawesi.

Kemudian rata-rata beras 50Kg dipasarkan di Pasar Basanohi Sanana diambil dari wilayah Sulawesi.(*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Seorang Pria Asal Kepulauan Sula Ditemukan Meninggal Dunia 

10 Juni 2026 - 16:48 WIT

Sungai Kobe Keruh Diduga Aktivitas Industri, Yayasan Salawaku Dorong 6 Poin Tuntutan Kepada Pempus dan Pemda

10 Juni 2026 - 04:22 WIT

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sula Perkuat Budaya Jaga Kampung Lewat Bedah Buku Jaga Sula

8 Juni 2026 - 03:20 WIT

Bawa Misi Kehormatan Daerah, 115 Kontingen Kepsul Resmi Dilepas ke Porprov Malut

7 Juni 2026 - 00:59 WIT

Pemeliharaan Ruas Jalan di Keluh, Akademisi Minta Pemprov Malut Turun Evaluasi 

6 Juni 2026 - 03:57 WIT

Trending di Headline