MADAHA.ID – Masyarakat Desa Kabau Darat dan Desa Kabau Pantai, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara berinisiatif membangun jembatan darurat mengunakan potongan batang kelapa.
Langkah swadaya membangun jembatan darurat untuk mempermudah akses antara dua desa setempat. Sebab jembatan itu satu-satunya jalur penghubung ke dua desa mengunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.
Adapun, gerakan gotong royong itu merupakan bagian dari bentuk protes terhadap pemerintah tak kunjung memperhatikan kerusakan jembatan saat dihantam banjir beberapa bulan lalu.
Kepala Desa Kabau Pantai Murid Umamit menyatakan, membangun jembatan darurat ini inisiatif dan kesepakatan bersama warga kedua desa.
Dikatakan, inisiatif tersebut terpaksa diambil karena pemerintah terkesan mengabaikan.
“Sementara untuk pekerjaan dilaksanakan secara gotong royong oleh warga yang ada di dua desa itu,semua ini karna tidak ada jalan lain selain jalan ini salah satunya alternatif penghubung dua desa itu,” kata Murid, Sabtu (18/7/2026)
Ia mengatakan, paska terputus akses tersebut masyarakat sangat kesulitan beraktivitas terutama bagi mereka yang mau pergi ke ibu kota kabupaten.
“Pembuatan jalan ini bertujuan untuk memudahkan kendaraan roda dua maupun roda empat bisa lebih nyaman ketika melintasi jalur tersebut. Karena sebelum diperbaiki masyarakat sulit untuk beraktivitas dengan kendaraan ketika turun hujan lebat,” ucap Murid
Demikian, pihaknya berharap kondisi akses utama kedua desa tersebut secepatnya diperhatikan oleh pemerintah, khususnya Pemprov Malut yang memiliki tangung jawab ruas jalan di wilayah Kecamatan Sulabesi Barat.(*)
Laporan : Aryanto
Editor : Tim Redaksi







