MADAHA.ID – Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mengeluh kesulitan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis pertalite mengunakan sistem MyPetamina.
Keluhan itu disampaikan saat mereka mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (15/6/2026). Selain itu, ada juga penyampaian tuntutan kenaikan tarif angkutan. Tuntutan itu menyusul kenaikan harga Pertamax dari 12. ribu menjadi Rp.16 ribu perliter, meski bukan BBM Subsidi.
“Jadi tuntutan kami hari ini kenaikan tarif dari sebelumnya dalam Kota Sanana Rp.8 ribu hingga Rp.10 ribu,” kata Koordinator Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kepulauan Sula, Ronal Makassar.
Lanjutnya, para sopir angkot juga meminta transaksi pembelian BBM Subsidi mengunakan MyPetamina diganti dengan sistem Barcode. Menurut Ronal, sistem platform tersebut pihaknya merasa kesulitan
“Kami juga meminta agar penggunaan MyPertamina dihilangkan saja dan diganti dengan sistem barcode, karena kami merasa kesulitan saat mengisi BBM jenis Pertalite,” kata Ronal.
Merespon aspirasi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepulauan Sula, H. Abdul Kadir Nur Ali mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki dasar hukum yang kuat menaikan tarif angkutan.
Ini, dikarenakan harga BBM yang melonjak adalah non subsidi. “Saya tidak punya dasar untuk mengikuti kemauan para sopir terkait kenaikan tarif. Ucap Kadir.
Dari penyampaian sopir angkot, ia menyimpulkan, bahwa persolan utama yang mereka adalah pengisian BBM jenis Pertalite yang menggunakan MyPertamina.
Persolan itu, dia mengklaim sudah berkoordinasi dengan pihak SPBU Sanana agar sistem MyPetamina diganti dengan Barcode.
“Ini yang mereka rasa sulit, apalagi tidak semua sopir menggunakan HP Android. Tadi mereka meminta kalau bisa digunakan barcode saja untuk pengisian BBM jenis Pertalite. Saya sudah menghubungi pihak SPBU dan mereka juga sudah mengiyakan hal itu,” imbuhnya
Langkah selanjutnya adalah Dishub bersama Satuan Tugas (Satgas) BBM berupaya meningkatkan pengawasan agar distribusi bahan kabar subsidi tepat sasaran.(*)
Laporan : Aryanto
Editor : Tim Redaksi








