Menu

Mode Gelap
Tersangka KDRT dan Kekerasan Anak Diserahkan ke Kejari Keluhan MyPertamina, Dishub Coba Ajak SPBU Siapkan Skema Baru BBM Subsidi Tagline “KONI Sula Kuat” Terbukti, 40 Medali Diraih Bidang Hukum KONI Sula Minta Kasus Pencurian Segera Dituntaskan Tenaga Pendidik Madrasah Diminta Mampu Berdaya Saing Era Digital Tangis Haru Pecah di ISDA Sula Usai Penyambutan Jamaah Haji 

Headline

Keluhan MyPertamina, Dishub Coba Ajak SPBU Siapkan Skema Baru BBM Subsidi

badge-check


					Keluhan MyPertamina, Dishub Coba Ajak SPBU Siapkan Skema Baru BBM Subsidi Perbesar

MADAHA.ID – Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) di Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara mengeluh kesulitan membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) Subsidi jenis pertalite mengunakan sistem MyPetamina.

Keluhan itu disampaikan saat mereka mendatangi Kantor Dinas Perhubungan (Dishub), Senin (15/6/2026). Selain itu, ada juga penyampaian tuntutan kenaikan tarif angkutan. Tuntutan itu menyusul kenaikan harga Pertamax dari 12. ribu menjadi Rp.16 ribu perliter, meski bukan BBM Subsidi.

“Jadi tuntutan kami hari ini kenaikan tarif dari sebelumnya dalam Kota Sanana Rp.8 ribu hingga Rp.10 ribu,” kata Koordinator Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kepulauan Sula, Ronal Makassar.

Lanjutnya, para sopir angkot juga meminta transaksi pembelian BBM Subsidi mengunakan MyPetamina diganti dengan sistem Barcode. Menurut Ronal, sistem platform tersebut pihaknya merasa kesulitan

“Kami juga meminta agar penggunaan MyPertamina dihilangkan saja dan diganti dengan sistem barcode, karena kami merasa kesulitan saat mengisi BBM jenis Pertalite,” kata Ronal.

Merespon aspirasi itu, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kepulauan Sula, H. Abdul Kadir Nur Ali mengatakan, pemerintah daerah tidak memiliki dasar hukum yang kuat menaikan tarif angkutan.

Ini, dikarenakan harga BBM yang melonjak adalah non subsidi. “Saya tidak punya dasar untuk mengikuti kemauan para sopir terkait kenaikan tarif. Ucap Kadir.

Dari penyampaian sopir angkot, ia menyimpulkan, bahwa persolan utama yang mereka adalah pengisian BBM jenis Pertalite yang menggunakan MyPertamina.

Persolan itu, dia mengklaim sudah berkoordinasi dengan pihak SPBU Sanana agar sistem MyPetamina diganti dengan Barcode.

“Ini yang mereka rasa sulit, apalagi tidak semua sopir menggunakan HP Android. Tadi mereka meminta kalau bisa digunakan barcode saja untuk pengisian BBM jenis Pertalite. Saya sudah menghubungi pihak SPBU dan mereka juga sudah mengiyakan hal itu,” imbuhnya

Langkah selanjutnya adalah Dishub bersama Satuan Tugas (Satgas) BBM berupaya meningkatkan pengawasan agar distribusi bahan kabar subsidi tepat sasaran.(*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tersangka KDRT dan Kekerasan Anak Diserahkan ke Kejari

16 Juni 2026 - 01:37 WIT

Tagline “KONI Sula Kuat” Terbukti, 40 Medali Diraih

15 Juni 2026 - 00:49 WIT

Bidang Hukum KONI Sula Minta Kasus Pencurian Segera Dituntaskan

14 Juni 2026 - 17:49 WIT

Tenaga Pendidik Madrasah Diminta Mampu Berdaya Saing Era Digital

13 Juni 2026 - 19:18 WIT

Tangis Haru Pecah di ISDA Sula Usai Penyambutan Jamaah Haji 

12 Juni 2026 - 21:39 WIT

Trending di Headline