Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sula Perkuat Budaya Jaga Kampung Lewat Bedah Buku Jaga Sula

badge-check


					Hari Bhayangkara ke-80, Polres Sula Perkuat Budaya Jaga Kampung Lewat Bedah Buku Jaga Sula Perbesar

MADAHA.ID – Memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Kepulauan Sula menggelar kegiatan Bedah Buku “Siskamling Jaga Sula” di Desa Waiipa, Kecamatan Sanana, Minggu (7/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh. Hartanto, Ketua STAI Babussalam Sula Sahrul Takim, dan para Pejabat Utama personel TNI-Polri, serta tokoh masyarakat, akademisi, insan pers, serta relawan Jaga Sula.

Dalam sambutannya, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Muh. Hartanto, menegaskan buku Siskamling Jaga Sula merupakan sebuah yang berisi langkah-langkah strategis untuk menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Buku ini bukan sekadar kumpulan teori, melainkan panduan praktis yang mengarahkan masyarakat untuk mengaktifkan kembali siskamling sebagai benteng pertama pencegahan kejahatan. Melalui semangat kebersamaan, kita dapat menekan peredaran minuman keras ilegal, perjudian, narkoba, serta mencegah terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak,” papar Kodrat.

Sementara itu, Ketua STAI Babussalam Sula sekaligus anggota tim perumus buku, Sahrul Takim, menjelaskan bahwa buku tersebut merupakan dokumentasi praktik baik Program Jaga Sula yang tumbuh dari semangat gotong royong dan kepedulian sosial masyarakat Kepulauan Sula.

Menurutnya, kehadiran buku tersebut menjadi bukti bahwa Jaga Sula tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai kebersamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

“Buku ini adalah bukti bahwa Jaga Sula bukan hanya program keamanan, tetapi juga warisan budaya gotong royong masyarakat Kepulauan Sula. Harapannya, buku ini dapat menjadi pedoman yang hidup dan diterapkan langsung di pos-pos ronda maupun lingkungan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline