Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Pemeliharaan Ruas Jalan di Keluh, Akademisi Minta Pemprov Malut Turun Evaluasi 

badge-check


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

MADAHA.ID – Pemeliharaan ruas jalan utama di kompleks Waigoben, Desa Fogi, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulaun Sula, Maluku Utara di keluh pengendara.

Pasalnya, penambalan (patching) dan pelapisan ulang (overlay) yang merupakan metode pemeliharaan jalan untuk mengembalikan kerataan dan keamanan berkendara yang dikerjakan justru menimbul ketebalan aspal hingga ruas jalan tidak merata.

Pantauan media ini Jumat (5/6/2026), hampir tara-rata metode penambalan dan pelapisan menimbulkan ketebalan aspal yang terdapat kurang lebih enam titik yang dilakukan pemeliharaan di lokasi sekitar lapangan Futsal Waigoben.

Dengan kondisi ruas jalan seperti itu tidak menutup kemungkinan terjadi kecelakaan lalulintas kapan saja. Menanggapi persoalan tersebut, Akademi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Babussalam Kepulauan Sula Dr. Sahrul Takim angkat bicara.

Ia menilai, pemeliharaan ruas jalan dengan kualitas kurang baik seperti itu sangat menggangu bagi pengemudi. Kata dia, terutama menjamin keselamatan pengendara. Untuk itu, ruas jalan yang berkualitas sangat penting.

“Pada prinsipnya ini menganggu sekali bagi para pengemudi, terutama saya juga. Pada kecepatan tertentu, pas masuk di tempelan jalan saya juga kaget. Kenapa seperti ini?” kata Sahrul

Ketua STAI Babussalam Kepulauan Sula itu menambahkan, di lokasi tersebut juga sering tergenang air saat tutun hujan. Dengan demikian, ia meminta pihak terkait terlebih pemerintah provinsi Maluku Utara agar melihat kondisi tersebut.

Kemudian mengevaluasi pekerjaan di lapangan agar dapat dibenahi. Sebab ruas jalan di wilayah sekitar merupakan kewenagan Pemprov Malut.

“kami meminta kepada pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan pemerintah provinsi seringlah tutun evaluasi, melihat langsung pekerjaan mereka di lapangan,” pintanya.(*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline