MADAHA.ID – Kota Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, Minggu (17/5/2026) diguyur hujan lebat sejak pukul 08.00 Wit. Hujan kurang lebih setengah jam menyebabkan genangan air mulai tergenang jalan raya di kawasan Waigoben, Desa Fogi.
Terpantau, titik tersebut sudah menjadi langganan genangan air hujan dan bahkan berdampak pada pemukiman warga sekitar. Hal ini diduga dipicu oleh drainase dilokasi sekitar tidak berfungsi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Emalamo Sanana mengingatkan masyarakat di wilayah Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa waktu ke depan.
Kondisi ini dipicu oleh adanya sirkulasi siklonik yang menyebabkan terbentuknya pertemuan massa angin (konvergensi) di wilayah Maluku Utara.
Prakirawan cuaca BMKG, Happy Novytasari, menjelaskan fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan, khususnya di wilayah Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu.
“Saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik yang menyebabkan terbentuknya pertemuan massa angin atau konvergensi yang berdampak langsung pada peningkatan curah hujan di sekitar wilayah Maluku Utara, khususnya di Kepulauan Sula dan Taliabu,” sebut Novytasari melalui keterangan tertulis di Madaha.id
Secara umum, ia mengatakan kondisi cuaca di wilayah Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu diprakirakan berawan hingga hujan sedang. Namun, masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang hingga sore, malam, maupun dini hari.
BMKG mencatat suhu udara berkisar antara 25 hingga 30 derajat Celsius, dengan angin bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan 9–18 kilometer per jam. Sementara itu, tinggi gelombang laut di Perairan Sula bagian Selatan maupun Utara berada pada kategori sedang, yakni sekitar 0,25 hingga 1,25 meter.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, hingga angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca dari BMKG melalui media sosial maupun dengan menghubungi kantor BMKG terdekat,” tambah Novytasari
Demikian, masyarakat khususnya yang berada di daerah rawan bencana, diharapkan meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.(*)
Laporan : Aryanto
Editor : Tim Redaksi







