Menu

Mode Gelap
KKST Kepulauan Sula Salurkan Hewan Kurban untuk Warga pada Momentum Iduladha Pria 53 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Teras Rumah, Polisi Menduga Ada Unsur Tindak Kekerasan KONI Kepulauan Sula Resmi Daftarkan 69 Atlet untuk Porprov Maluku Utara 2026 Jurnalis dan Pemda Sula Gelar Pengobatan Gratis, 134 Warga Terlayani Tiba di Bandara Babullah Ternate, Kapolda Malut Disambut dengan Adat Joko Kaha Minggu Menyapa Pengobatan Gratis, Ada Tiga Dokter Spesialis Turut Ambil Peran

Headline

Sejak 1995 Kerja Manual, Irwan Kini Bisa Produksi Sagu dengan Mesin Sendiri

badge-check


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

MADAHA.ID – Seorang pengelolah sagu tumang asal Desa Fogi, Kecamatan Sanana, bernama Irwan Buamona menerima bantuan alat produksi sagu dari Pemerintah Desa setempat. Bantuan tersebut berupa satu unit mesin parut, sensor, terpal, serta alat penyaringan sagu yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) Tahun Anggaran 2025 senilai Rp.15 juta.

Penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Desa Fogi dan turut dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Kepulauan Sula Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Abdi Umagapi, Kapolres Kepulauan Sula AKBP Kodrat Moh Hartanto, aparat desa, serta para pekerja sagu Desa Fogi, Selasa (12/5/2026)

Penjabat Kepala Desa Fogi, Rusman Yoisangadji, mengatakan bantuan alat produksi sagu tersebut diberikan kepada pekerja yang benar-benar membutuhkan.

Ia menyebutkan, pengadaan bantuan itu telah melalui proses musyawarah desa (Musdes) bersama masyarakat dan pemerintah desa sebelum dimasukkan dalam APBDes.

“Warga yang menerima bantuan alat produksi sagu ini benar-benar dipilih sesuai kebutuhan. Semua sudah melalui Musdes dan dimasukkan dalam APBDes,” kata Rusman.

Dengan adanya pengadaan alat produksi sagu, ia berharap dapat mendongkrak ekonomi masyarakat, khususnya para pekerja sagu.

Selaku penerima bantuan, Irwan Buamona mengaku sangat bersyukur dan gembira atas bantuan yang diterimanya. Ia mengaku sejak tahun 1995 hingga saat ini masih memproduksi sagu secara mandiri menggunakan alat manual dan kerap meminjam mesin milik orang lain.

“Terima kasih kepada pemerintah desa yang telah memberikan bantuan alat ini. Dulu kalau kerja sagu, saya harus pinjam mesin parut milik orang lain, lalu membayar dengan satu atau dua tomang sagu,” ungkap Irwan.

Ia menambahkan, harga sagu satumang dihargai dengan Rp. 90 Ribu. “Biasa kami jual di Dibu-dibu Pasar Basanohi, ada juga warga datang langsung ke tempat kerja untuk membeli,” bebernya.

Sementara daging sagu sendiri nantinya akan diolah menjadi papeda, yang merupakan salah satu makanan khas daerah di Indonesia Timur termasuk di Kepulauan Sula, Maluku Utara.

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KKST Kepulauan Sula Salurkan Hewan Kurban untuk Warga pada Momentum Iduladha

27 Mei 2026 - 14:00 WIT

Pria 53 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia di Teras Rumah, Polisi Menduga Ada Unsur Tindak Kekerasan

27 Mei 2026 - 08:18 WIT

KONI Kepulauan Sula Resmi Daftarkan 69 Atlet untuk Porprov Maluku Utara 2026

26 Mei 2026 - 21:54 WIT

Jurnalis dan Pemda Sula Gelar Pengobatan Gratis, 134 Warga Terlayani

25 Mei 2026 - 00:46 WIT

Tiba di Bandara Babullah Ternate, Kapolda Malut Disambut dengan Adat Joko Kaha

22 Mei 2026 - 17:56 WIT

Trending di Headline