Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Dari Hati untuk Tradisi: Haru Sambutan Pemuda Umaloya di Gabalil Hai Sua

badge-check


					oplus_0 Perbesar

oplus_0

MADAHA.ID – Sorak sorai penuh kehangatan menggema di Desa Umaloya, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Dengan wajah sumringah dan hati yang tulus, pemuda dan masyarakat desa menyambut kedatangan peserta Gabalil Hai Sua yang memasuki wilayah mereka.

Suasana kian mengharukan saat para ibu-ibu mempersembahkan tarian ronggeng sebagai bentuk penghormatan. Tidak hanya itu, warga dengan sukarela berbagi air minum dan makanan ringan. Itu, sebuah wujud sederhana namun sarat makna, sebagai tanda dukungan dan kebersamaan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Gabalil Hai Sua sendiri merupakan tradisi lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Kabupaten Kepulauan Sula. Tradisi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi simbol persatuan dan jati diri masyarakat Sula.

Dalam penyambutan tersebut, warga juga mendirikan pos bantuan bagi para peserta. Di pos itu, mereka dengan penuh keikhlasan membagikan air minum dan makanan ringan, memastikan setiap peserta merasakan hangatnya kepedulian masyarakat Umaloya.

Salah satu tokoh pemuda Desa Umaloya, Risal Umalekhoa, mengungkapkan bahwa partisipasi yang dilakukan merupakan bentuk kecintaan terhadap tradisi leluhur.

“Meski tidak ada perwakilan peserta dari Desa Umaloya, bagi kami ini adalah ritual orang Sula yang diwariskan kepada anak cucu. Sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan mendukungnya,” ujar Risal dengan penuh semangat, Rabu (6/5/2026)

Hal senada disampaikan Ketua Pemuda Desa Umaloya, Damir Buamona. Ia menilai Gabalil Hai Sua adalah warisan budaya yang harus terus dilestarikan.

“Kami berharap tradisi ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Jika perlu, dijadikan agenda tahunan bahkan diperdakan, agar tetap hidup dan tidak hilang ditelan zaman,” harapnya.

Terpisah, Kepala Desa Umaloya, Heder Kailul mengapresiasikan kepada pemuda dan pemudi yang berinisiatif menggelar kegiatan penjemputan peserta Gabalil Hai Sua.

“Saya selaku Kades dan pemerintah jelas beri apresiasi kepada pemuda dan pemudi serta masyarakat yang antusias menggelar kegiatan tadi,” tutur Heder

Demikian, meski di tengah keterbatasan, masyarakat Umaloya menunjukkan bahwa kebersamaan dan rasa memiliki terhadap budaya mampu menyatukan hati menghidupkan kembali semangat leluhur dalam balutan kebersamaan yang mengharukan.(*)

Laporan : Aryanto

Editor : Tim Redaksi

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline