Menu

Mode Gelap
Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak  APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal  Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula Komisi I DPRD Kepulauan Sula Evaluasi Pengelolaan DD dan ADD di Waigai-Waitamua

Headline

Bupati Kepulauan Sula Tegaskan Komitmen Kembangkan Hilirisasi Kelapa

badge-check


					Bupati Kepulauan Sula Tegaskan Komitmen Kembangkan Hilirisasi Kelapa Perbesar

MADAHA.ID – Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsi Mus menyatakan dukungan terhadap program hilirisasi kelapa yang digagas Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dukungan itu disampaikan melalui Asisten I Setda Kabupaten Kepulauan Sula, Sutomo Teapon, saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Sinergi Hilirisasi Kelapa dan Reforma Agraria yang digelar di Muara Hotel, Kamis (27/11/2025).

Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, dalam sambutannya mengatakan bahwa Maluku Utara bukan hanya dikenal sebagai daerah hilirisasi emas dan nikel, tetapi juga merupakan produsen kelapa terbesar keempat di Indonesia.

Menurut Sherly, produksi kelapa di Maluku Utara mencapai sekitar 6 juta butir per hari atau sekitar 1,8 miliar butir per tahun. “Jika produktivitas dan program peremajaan kita dorong, angkanya bisa naik hingga 3 miliar per tahun,” ujarnya.

Ia menambahkan, selama ini kelapa hanya dipanen dan dikirim dalam bentuk mentah, sehingga nilai tambahnya justru dinikmati pihak luar daerah. “Sementara masyarakat di desa tidak menikmati nilai ekonomi yang layak. Ini yang harus kita ubah mulai sekarang,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten I Setda Kepulauan Sula, Sutomo Teapon, menyatakan bahwa hilirisasi merupakan program nasional yang perlu disambut baik oleh seluruh daerah, termasuk Kepulauan Sula.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah daerah beberapa waktu lalu telah menyelesaikan survei komoditas serta penyusunan konsep hilirisasi kelapa dan cengkeh bersama PT Halmahera Agro Lestari Perkasa.

“Kami mendorong agar dilakukan survei lapangan dan dialog dengan para petani di Pulau Sulabesi dan Mangoli untuk memastikan bahwa kehadiran investor benar-benar menguntungkan masyarakat dan memberikan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Sutomo menambahkan bahwa sebelum survei dilakukan, instansi teknis harus menghitung Nilai Tukar Petani (NTP).

“NTP penting sebagai indikator kesejahteraan petani, sekaligus mengukur kemampuan produk yang dijual petani dibandingkan kebutuhan mereka, baik untuk produksi maupun konsumsi rumah tangga,” jelas Sutomo.(*)

 

Penulis : Aryanto

Editor : Redaksi

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus KDRT dan Kekerasan Seksual di Wilayah Sulbar Kepulauan Sula Meningkat

4 Agustus 2026 - 01:56 WIT

DP3A Sebut Faktor Lingkungan dan Medsos Pemicu Terjadinya Kekerasan Seksual Terhadap Anak 

1 Agustus 2026 - 05:45 WIT

APBD 2027 Sula Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

31 Juli 2026 - 16:41 WIT

Polisi Terima Laporan Dugaan Kekerasan Seksual, Terlapor Diduga Beraksi Secara Brutal 

31 Juli 2026 - 03:26 WIT

Basarnas Ternate Perkuat Sinergi SAR dengan Pemkab Kepulauan Sula

31 Juli 2026 - 02:06 WIT

Trending di Headline