Menu

Mode Gelap
Bupati Kepulauan Sula Salurkan Santunan kepada Ratusan Anak Yatim Piatu dan Warga Binaan Lapas Berbagi di Bulan Suci, KONI Kepulauan Sula Dekatkan Diri dengan Masyarakat Hore! Kantong Popoje Aparat Desa Mulai Bengkak, Siltap dan Insentif Bakal Dicairkan Jelang Lebaran Dari Prestasi: Irman Teapon Dukung KONI Kepulauan Sula Cetak Atlet Berprestasi KONI Kepulauan Sula Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Targetkan Kemajuan Olahraga Daerah Momentum Bersejarah: Pengurus Definitif KONI Kepulauan Sula Segera Dilantik, Polisi Siap Amankan

Headline

Minim Modul dan Guru, Kamus Bahasa Daerah Jadi Andalan Pendidikan di Kepulauan Sula

badge-check


					Minim Modul dan Guru, Kamus Bahasa Daerah Jadi Andalan Pendidikan di Kepulauan Sula Perbesar

MADAHA.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara berencana perbanyak mencetak kamus bahasa daerah di tahun 2026, yang sebelumnya kamus bahasa daerah Sula-Indonesia secara resmi telah diluncurkan dengan dialek Fagud, Faahu, dan Fatcey pada 2024.

Tujuan perbanyak kamus bahasa daerah ini untuk dijadikan pegangan modul ajar atau sebagai panduan, karena telah masuk dalam mata pelajaran muatan lokal yang patut bagi guru untuk diajarkan di sekolah khususnya SD dan SMP di Kepulauan Sula.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pendidikan Kepsul Marini Nur Ali mengatakan, di 2022 Pemkab Kepsul telah perdakan kurikulum bahasa daerah dan wajib diajarkan di sekolah dengan maksud melestarikan bahasa dan sastra daerah

Namun, kata Marini, menjadi kendala modul ajar kini belum dapat disusun, sehingga solusinya kamus bahasa daerah dicetak perbabyak untuk menjadi pegangan para guru.

“Modul ajar yang belum ada, jadi kami rencanakan tahun ini insya Allah dianggarkan perbabyak kamus bahasa daerah dijadikan pegangan guru bahasa daerah sekolah SD dan SMP di Sula,” ungkap Marini, Sabtu (24/1/2026)

Selain modul ajar, tambah mantan Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kepsul itu, Sumber Daya Manusia (SDM) untuk spesifikasi tenaga pengajarnya masih minim. Misalnya jurusan sastra, bahasa dan budaya.

Ini terlihat pada penerimaan CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di 2024 yang mencalonkan diri hanya satu orang.

“Kemarin formasi 12 orang, tapi yang dapat cuman satu, karena dia satu-satunya yang ikut tes CPNS kemarin. P3K juga buka tapi tidak ada,” bebernya. (*)

 

Editor : Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kepulauan Sula Salurkan Santunan kepada Ratusan Anak Yatim Piatu dan Warga Binaan Lapas

16 Maret 2026 - 22:46 WIT

Berbagi di Bulan Suci, KONI Kepulauan Sula Dekatkan Diri dengan Masyarakat

15 Maret 2026 - 07:51 WIT

Hore! Kantong Popoje Aparat Desa Mulai Bengkak, Siltap dan Insentif Bakal Dicairkan Jelang Lebaran

12 Maret 2026 - 19:24 WIT

Dari Prestasi: Irman Teapon Dukung KONI Kepulauan Sula Cetak Atlet Berprestasi

12 Maret 2026 - 06:41 WIT

KONI Kepulauan Sula Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Targetkan Kemajuan Olahraga Daerah

12 Maret 2026 - 00:14 WIT

Trending di Headline