Menu

Mode Gelap
Bupati Kepulauan Sula Salurkan Santunan kepada Ratusan Anak Yatim Piatu dan Warga Binaan Lapas Berbagi di Bulan Suci, KONI Kepulauan Sula Dekatkan Diri dengan Masyarakat Hore! Kantong Popoje Aparat Desa Mulai Bengkak, Siltap dan Insentif Bakal Dicairkan Jelang Lebaran Dari Prestasi: Irman Teapon Dukung KONI Kepulauan Sula Cetak Atlet Berprestasi KONI Kepulauan Sula Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Targetkan Kemajuan Olahraga Daerah Momentum Bersejarah: Pengurus Definitif KONI Kepulauan Sula Segera Dilantik, Polisi Siap Amankan

Headline

6 Bulan “Menghilang” di Desa Lain, Motor Desa Auponhoia Dipertanyakan

badge-check


					6 Bulan “Menghilang” di Desa Lain, Motor Desa Auponhoia Dipertanyakan Perbesar

MADAHA.ID – Kendaraan sepeda motor invertaris desa diduga dijadikan sebagai milik pribadi oleh Kepala Desa Auponhoia, Kecamatan Mangoli Selatan, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara Masni Sapsuha

Dugaan itu karena kendaraan tersebut dibawa ke Desa Dofa, Kecamatan Mangoli Barat dan ditinggalkan disana selama 6 bulan tanpa beri penjelasan kepada masyarakat. Padahal, kendaraan tersebut diperuntukkan untuk menunjang tugas kepala desa, perangkat desa, atau BPD dalam pelayanan masyarakat dan koordinasi demi kepentingan umum.

Hal itu membuat warga desa setempat bernama Halim Umafagur mempertanyakan alasan kenapa kendaraan itu ditinggalkan di Desa Dofa.

“Itulah, tak ada kejelasan dari Ibu Kades, sebab itu motor inventaris desa Auponhia kenapa Ibu Kades taru di Desa Dofa,” tanya Halim dengan kesal, Selasa (3/2/2026)

Menanggapi hal itu, Kepada Desa Auponhoia Masni Sapsuha mengatakan, motor invertaris tersebut dibawa ke Desa Dofa untuk diperbaiki. Karena motor tersebut sedang rusak.

Kebetulan, keponakannya berkerja sebuah bengkel di desa itu. “Motor itu rusak sudah dengan tahun jadi saya punya pangkat anak ini dia juga buka bengkel di Dofa. Waktu itu dia datang di Auponhia jadi saya suru bawa motor itu di dofa mau perbaiki,” jelas Masni.

Meski begitu, ia menyebutkan aset desa tersebut sudah diperbaiki. Akan tetapi, belum dilunasi biaya perbaikan sehingga belum bisa diambil. Tambahnya, dalam waktu dekat pihaknya berupaya untuk membayar ongkos bengkel agar motor tersebut bisa dibawa pulang kembali di desa Auponhoia.

“Kemarin saya datang di Dofa, tapi dengan kondisi buru-buru jadi saya lupa kasih tahu di Bendahara untuk minta biaya. Tapi sekarang saya di Dofa nanti saya pulang, Beri tahu ke Bendahara agar dikirim uang tebus biaya bengkel baru saya bawah pulang ,” tegasnya. (*)

 

Editor : Redaksi

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Kepulauan Sula Salurkan Santunan kepada Ratusan Anak Yatim Piatu dan Warga Binaan Lapas

16 Maret 2026 - 22:46 WIT

Berbagi di Bulan Suci, KONI Kepulauan Sula Dekatkan Diri dengan Masyarakat

15 Maret 2026 - 07:51 WIT

Hore! Kantong Popoje Aparat Desa Mulai Bengkak, Siltap dan Insentif Bakal Dicairkan Jelang Lebaran

12 Maret 2026 - 19:24 WIT

Dari Prestasi: Irman Teapon Dukung KONI Kepulauan Sula Cetak Atlet Berprestasi

12 Maret 2026 - 06:41 WIT

KONI Kepulauan Sula Periode 2026–2030 Resmi Dilantik, Targetkan Kemajuan Olahraga Daerah

12 Maret 2026 - 00:14 WIT

Trending di Headline